Kumpulan Panduan Penelitian Sampling


Panduan Laporan Penelitian - Di tutorial sebelumnya telah dibahas mengenai komunitas dan sampel penelitian juga konsep statistik inferensial yang mendasarinya, Rakyat dan sampel adalah bagian metodologi statistika yang setia dengan generalisasi hasil penelitian. Cara-cara pengambilan sampel itu disebut beserta teknik sampling. Dengan demikian teknik sampling adalah sistem atau prosedur untuk memilih dan menjemput unsur-unsur ataupun anggota-anggota daripada populasi untuk digunakan sebagai sampel dengan representatif.

Sistem sampling besar menggunakan skema probabilitas sehingga berdasarkan tekniknya dikategorikan jadi dua dikenal dengan probability sampling dan non-probability sampling.

PROBABILITY SAMPLING

Probability sampling ialah teknik sampling dimana di setiap anggota populasi memiliki tertahan sama dipilih menjadi ilustrasi. Dengan kata lain, semua bagian tunggal dari populasi mempunyai peluang bukan nol.

Trik ini melibatkan pengambilan acak (dikocok) mulai suatu warga. http://www.ilmubahasa.net/2016/12/teknik-sampling-penelitian-kualitatif.html Ada berbagai macam metode probability sampling dengan turunan & variasi masing-masing, namun paling populer sebagai berikut:
Sampling Acak Bersahaja (Simple Random Sampling)

Sewenang-wenang sampling merupakan metode paling dekat secara definisi probability sampling. Pengambilan sampel atas populiasi berdasar pada acak menurut frekuensi kemungkinan semua anak buah populasi.

Sampling Acak Sistematis (Systematic Random Sampling)

Pengambilan sampel melibatkan aturan komunitas dalam susunan sistematika khusus. Probabilitas pengambilan sampel bukan sama tersungkap dari keserasian frekuensi di setiap anggota warga.

Sampling Stratifikasi (Stratified Sampling)

Populasi dibagi ke dalam kelompok taraf dan kemudian mengambil ilustrasi dari setiap kelompok tergantung kriteria yang ditetapkan. Contohnya, populasi dibagi ke di dalam anak-anak serta orang tua kemudian memilih masing-masing wakil mulai keduanya.

Sampling Rumpun (Cluster Sampling)

Masyarakat dibagi di dalam kelompok kewilayahan lantas memilih wali tiap-tiap grup. Misalnya, populasi adalah Jawa Tengah lantas sampel diambil dari tiap-tiap kabupaten. Dapat juga batas-batas gunung, darat dan sebagainya.

Sampling Bertahap (Multistage Sampling)
Pengambilan sampel memakai lebih mulai satu teladan probability sampling. Misalnya, mempergunakan metode stratified sampling pada tahap pertama kemudian patokan simple serampangan sampling dalam tahap ke-2 dan seterusnya sampai memetik sampel yang diinginkan.

Probabilitas Proporsional Ukuran Sampling (Probability Proportional to Size Sampling)

Probabilitas pengambilan sampel setara dengan standar sampling bahwa sampel dipilih secara setakar dengan standar total warga. Ini adalah bentuk multistage sampling pada tahap perdana dan kemudian random sampling di taraf kedua, tapi jumlah spesimen sebanding secara ukuran komunitas.

NON-PROBABILITY SAMPLING

Teknik non-probability sampling kalau setiap anggota populasi mempunyai peluang nol. Artinya, pengambilan sampel berdasar kriteria khusus seperti judgment, status, peringkat, kesukarelaan dan sebagainya.

Ada berbagai macam metode non-probability sampling dengan turunan serta variasinya, tetapi paling beken sebagai berikut:
Sampling Pangsa (Quota Sampling)

Mirip stratified sampling adalah berdasarkan skala ciri-ciri unik untuk memencilkan bias. Contohnya, jumlah contoh laki-laki 50 orang dipastikan sampel cewek juga 50 orang.

Sampling Kebetulan (Accidental Sampling)

Pengambilan sampel berdasar pada kenyataan bahwa itu kebetulan tampil. Misalnya, populasi adalah setiap pegguna orbit, maka pengamat mengambil spesimen dari orang-orang yang permisi melintas di jalan itu pada waktu penguasaan.

Sampling Purposive (Purposive or Judgemental Sampling)

Pengambilan contoh berdasarkan puspa ragam khusus. Peneliti membuat limitasi tertentu sapa yang jadi sebagai punca. Misalnya, Kamu meneliti kriminalitas di Kota Semarang, jadi Anda memungut informan yakni Kapolresta Semarang, seorang pengatur kriminal serta seorang korban kriminal.

Sampling Sukarela (Voluntary Sampling)

Pengambilan sampel bertolak pada kerelaan untuk berpartisipasi di penelitian. Prosedur ini paling umum dipakai dalam jajak pendapat.

Sampling Snowball (Snowball Sampling)

Pengambilan ilustrasi berdasarkan pencarian sampel sebelumnya. Misalnya, pikiran tentang manipulasi bahwa sumber informan prima mengarah lawan informan ke-2 lalu punca ke tiga dan seterusnya.